Selasa, 21 Juli 2020

WUJUD DAN PELAKSANAAN GEOSTRATEGI DALAM KETAHANAN NASIONAL INDONESIA


A.    Pengertian Geostrategi
Geostrategi berasal dari kata geografi dan strategi. Geografi merujuk kepada ruang hidup nasional, wadah, atau tempat hidupnya bangsa dan negara Indonesia. Strategi diartikan sebagai ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam keadaan perang dan damai.
Bangsa Indonesia memandang geostrategi sebagai strategi dalam memanfaatkan keadaan atau konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan tujuan, dan sarana-sarana guna mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional bangsa Indonesia.
B.     Wujud Geostrategi Indonesia
Guna mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional yang telah diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945 diperlukan suatu rumusan strategi yang dianggap mampu menciptakan masa depan yang aman dan sejahtera.
Geostrategi Indonesia dirumuskan bukan untuk kepentingan politik menguasai bangsa lain atau perang, tetapi sebagai kondisi, metode, dan doktrin untuk mengembangkan potensi kekuatan nasional di dalam melaksanakan pembangunan nasional guna merealisasikan amanat Pembukaan UUD 1945 di dalam mewujudkan cita-cita proklamasi bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur; serta mewujudkan tujuan nasional: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud konsep Ketahanan Nasional (National Endurance) Republik Indonesia.
Komponen pokok konsep Ketahanan Nasional Indonesia terdiri dari delapan gatra yang dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu : 
Aspek alamiah disebut trigatra
- Aspek sosial disebut pancagatra
I. Trigatra (Aspek Alamiah)
1. Gatra geografi negara
Letak geografi Indonesia memberikan gambaran tentang :
-     Bentuk ke dalam : menampakkan corak, wujud, isi, dan tata susunan wilayah berupa satu kesatuan laut dengan pulau-pulau di dalamnya
-     Bentuk ke luar : menampakkan situasi dan kondisi lingkungan yang berhubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya.
Kondisi geografi Indonesia merupakan satu kesatuan laut dengan pulau-pulau yang berada di dalamnya, sedangkan posisinya terletak di posisi silang dunia, yaitu diantara dua benua, dua samudera, dan berada di daerah khatulistiwa. Lokasi dan posisi geografi Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas perairan dan daratan.

Peta Geografi Negara Indonesia
Kepulauan Indonesia dikelompokkan menjadi 4 gugusan, yaitu:
1)   Gugusan Papua
2)   Gugusan Kepulauan Maluku
3)   Gugusan Kepulauan Sunda Kecil
4)   Gugusan Kepulauan Sunda Besar
Menurut bentang alamnya geografi Indonesia dibagi menjadi tiga daerah berikut:
1)   Dangkalan Sahul
2)   Dangkalan Sunda
3)   Daerah Peralihan
Pembagian bentang alam diatas juga meliputi pembagian jenis flora dan fauna. Alam flora dan fauna Indonesia dibagi menjadi 3 daerah lingkungan, yaitu:
1)   Alam flora dan fauna bagian timur
2)   Alam flora dan fauna bagian barat
3)   Alam flora dan fauna bagian tengah
Geografi Indonesia di utara berbatasan dengan Malaysia, Thailand, Vietnam, Laut Cina Selatan, Filipina, dan Lautan Pasifik; di selatan berbatasan dengan Australia, Timor Leste, dan Lautan Hindia; di bagian barat berbatasan dengan India dan Lautan Hindia; di timur berbatasan dengan Papua New Guinea dan Lautan Pasifik.
2.      Gatra Keadaan dan Kekayaan Alam
Keadaan dan kekayaan alam Indonesia meliputi segala sember dan potensi alam yang terdapat di dirgantara, permukaan bumi, termasuk laut, perairan, dan di dalam bumi. Menurut jenisnya kekayaan alam dibedakan ke dalam 8 golongan, yaitu flora, fauna, mineral, tanah, atmosfir, potensi ruang angkasa/dirgantara, energi alam, air, dan laut; sedangkan menurut sifatnya dibedakan ke dalam 3 golongan, yakni kekayaan alam dapat diperbaharui, tidak dapat diperbaharui, dan tetap.
3.      Gatra Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Peran manusia yang hidup dan tinggal di Indonesia sangat penting di dalam mengusahakan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan, di dalam menentukan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan ketahanan nasional negara Indonesia. Beberapa faktor yang menjadi masalah penduduk antara lain faktor jumlah, komposisi, persebaran, dan kualitas penduduk.
II. Pancagatra (Aspek Sosial)
1.      Gatra Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang memberikan motivasi, mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia, pancasila merupakan ideologi yang bersifat final dan tidak dapat ditawar lagi sebagai konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan. Nilai-nilai dasar Pancasila menjadi sumber aspirasi kehidupan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan bangsa dan negara, memberikan gambaran masyarakat yang dicita-citakan, melandasi, memotivasi, mendorong, dan membimbing pencapaiannya.
Keputusan Pancasila sebagai sistem nilai dan konsep dasar yang bersifat final bagi bangsa dan negara Indonesia setelah melalui proses perenungan, penggalian, dan hasil perumusan yang dilahirkan oleh para pendiri bangsa Indonesia di dalam sidang BPUPKI, bersumber dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun telah tumbuh berkembang di bumi Indonesia.
2.      Gatra Politik
Sistem politik negara Indonesia dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang dikandung dalam sila-sila ideologi pancasila dan konstitusi UUD 1945. Pengertian politik negara Indonesia adalah asas, haluan, usaha, serta kebijakan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan potensi nasional baik yang potensial, efektif secara totalitas untuk mencapai tujuan nasional. Sistem politik negara Indonesia menggariskan usaha-usaha untuk mencapai tujuan nasional. Sistem politik negara Indonesia pada gatra politik dikelompokkan ke dalam 2 bagian utama, yaitu :
-          Politik dalam negeri
Politik dalam negeri untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat dan dapat dibanggakan. Politik dalam negeri dijalankan untuk menyerap aspirasi dan mendorong oartisipasi masyarakat dalam satu sistem. Unsur-unsur politik dalam negeri meliputi struktur politik, proses politik, budaya politik, dan komunikasi politik.
-          Politik luar negeri
Politik luar negeri dibina untuk melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sistem politik negara Indonesia menetapkan bahwa:
a.    Politik luar negeri Indonesia sebagai bagian integral dari strategi nasional dan secara keseluruhan merupakan sarana mencapai kepentingan dan tujuan nasional dalam pergaulan antar bangsa.
b.    Garis politik luar negeri bebas aktif. Bebas dalam arti tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, sedang aktif berarti peran Indonesia dalam percaturan (mensiasati politik) internasional tidak bersifat reaktif, sebaliknya tidak menjadi objek percaturan internasional.
3.      Gatra Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, meliputi pengelolaan faktor produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa, serta dengan usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sistem perekonomian Indonesia dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang dikandung dalam sila-sila Pancasila dan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1-5, yang menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Maksud perekonomian disusun sebagai usaha bersama adalah bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan mensejahterakan bangsa. Bentuk usaha yang dilaksanakan atas dasar asas kekeluargaan adalah koperasi. Secara makro, sistem perekonomian Indonesia disebut sistem perekonomian kerakyatan. Negara berkewajiban untuk memakmurkan rakyat setempat melalui pemanfaatan sumber kekayaan alam yang berada di daerah mereka masing-masing.
Di era globlalisasi ini negara Indonesia berusaha untuk terbuka terhadap perkembangan sistem perekonomian dunia. Keterbukaan negara Indonesia diartikan sebagai upaya integrasi ekonomi nasional dengan ekonomi global khususnya untuk menjadi bagian integral dari sistem pasar internasional.
4.      Gatra Sosial-Budaya
Tiap masyarakat memiliki 4 unsur penting bagi eksistensi dan kelangsungan hidupnya, yaitu: 1) Struktur sosial, 2) Pengawasan sosial, 3) Relasi sosial, 4) Standar sosial. Oleh karena itu, istilah sosial pada hakikatnya adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang berisi nilai-nilai kebersamaan, senasib sepenanggungan, san solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Adapun istilah budaya pada hakikatnya adalah sistem nilai sebagai hasil cipta-rasa-karsa manusia yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan menjadi kekuatan pendukung dalam menggerakkan kehidupan.
5.      Gatra Pertahanan-Keamanan
Pertahanan-keamanan adalah bidang kehidupan nasional Indonesia yang diupayakan untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban warga negara dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Pertahanan-keamanan NKRI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan nasional sevara terintegrasi dan erkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan inti.
Pertahanan-keamanan NKRI bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman dari dalam negeri demi tercapainya tujuan nasional. Dengan menyadari bentuk ancaman baik dari luar negeri maupun dalam negeri, konsep politik atau doktrin pertahanan-keamanan NKRI defensive aktif dibidang pertahanan dan preventif aktif dibidang keamanan. Berdasarkan doktrin pertahanan tersebut konsep keamanan NKRI ditujukan untuk menggagalkan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan infiltrasi dan subversi di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan militer di dalam negeri.
Pertahanan-kemanan NKRI diselenggarakan dengan sistem pertahanankeamanan rakyat semesta (sishamkamrata), yaitu suatu sistem pertahanankeamanan dengan komponen-komponen yang terdiri atas seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan nasional yang bekerja secara total, integral, serta berlanjut dalam rangka mencapai ketahanan nasional. Sishankamrata diorganisasi dalam satu wadah tunggal, yaitu TNI dan Polri. Wadah ini dibangun dalam jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang mengabdi hanya untuk kepentingan bangsa dan NKRI.
III. Hubungan Antar Gatra
Dalam pelaksanaannya antar gatra memiliki hubungan yang saling mempengaruhi, diantaranya :
a.      Hubungan antar gatra di dalam trigatra
1.      Gatra geografi dan sumber kekayaan alam
Situasi dan kondisi geografi sangat mempengaruhi jenis, kualitas, kuantitas dan persebaran sumber kekayaan alam dan sebaliknya sumber kekayaan alam dapat mempengaruhi kondisi geografi sehingga akan mempengaruhi sistem perencanaan dan penggunaan sumber kekayaan alam dan faktor geografinya.
2.      Hubungan geografi dan penduduk
Distribusi penduduk sangat dan mempengaruhi langsung ketahanan nasional. Demikian juga geografi mempengaruhi mata pencaharian penduduk. Sistem perencanaan program transmigrasi dan pengembangan sentra-sentra bisnis di berbagai kota di Indonesia mempengaruhi penyebaran penduduk.
3.      Hubungan sumber kekayaan alam dan penduduk
Sumber kekayaan alam dirasakan manfaatnya apabila diolah oleh penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu. Sistem perencanaan dan pendayagunaan potensi penduduk berkontribusi terhadap pemilikan keahlian dan ketrampilan di dalam mengolah, mengatur, dan melestarikan sumber kekayaan alam untuk kesejahteraan bangsa dan negara.
b.    Hubungan Antar Gatra di dalam Pancagatra
1)         Ideologi pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan landasan idiil negara merupakan sebuah sumber nilai dan pedoman bagi bangsa dan negara Indonesia di dalam merencanakan dan melaksanakan gatra politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan guna mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
2)         Kehidupan politik bangsa Indonesia dilandasi ideologi pancasila dan dipengaruhi oleh kehidupan ekonomi dan sosial-budaya yang ditunjang oleh situasi keamanan.
3)         Kehidupan ekonomi bangsa Indonesia dilandasi ideologi pancasila dan dipengaruhi oleh kehidupan politik nasional, sosial-bidaya, dan ditunjang oleh situasi keamanan.
4)         Kehidupan sosial-budaya bangsa Indonesia dilandasi ideologi pancasila dan dipengaruhi oleh kehidupan politik, ekonomi, dan ditunjang oleh situasi keamanan.
5)         Kehidupan pertahanan-keamanan bangsa Indonesia dilandasi ideologi pancasila dan ditunjang oleh kehidupan politik, ekonomi, dan social budaya.
c.    Hubungan antara trigatra dan pancagatra
1)         Terselenggaranya seluruh gatra dalam pancagatra atas dasar dukungan dari seluruh gatra dalam trigatra
2)         Keberhasilan ketahanan nasional Indonesia bergantung pada kemampuan gatra penduduk di dalam mendayagunakan potensi seluruh gatra (alamiah dan sosial)
3)         Hubungan antargatra bersifat utuh menyeluruh dan keterkaitan yang itegratif dari kondisi-kondisi kehidupan nasional, ditentukan oleh structural dan fungsional. Oleh karena itu kelemahan di salah satu gatra dapat menimbulkan kelemahan pada gatra lainnya dan mempengaruhi kondisi keseluruhan.
C.    Geostrategi Menghadapi Covid-19
Dalam perspektif geostrategi atau ketahanan nasional, daya tahan kita sebagai bangsa tengah diuji dimulai dari ketangguhan masyarakat dalam menyiapkan kondisi kesehatan yang prima untuk bertahan melawan virus corona tersebut, hingga kepada aspek sosial dan ekonomi yang sangat mempengaruhi kehidupan mereka kedepannya.
Perpaduan elemen kekuatan nasional, baik militer maupun non militer memang sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Kepatuhan masyarakat atas himbauan pemerintah menyikapi penyebaran virus corona, serta solidaritas sesama warga Negara untuk saling tolong menolong dan bergotong royong sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana nasional ini.
Namun sayangnya ada saja oknum masyarakat yang mengambil keuntungan pribadi dengan menimbun kebutuhan bahan pangan, serta produk kesehatan seperti masker dan hand sanitizer sehingga terjadi kelangkaan dan kemudian menjualnya dengan harga berkali kali lipat. Kejahatan di dunia maya pun meningkat seperti penyebaran berita bohong atau hoaks terkait virus corona banyak kita temui, sehingga menyebabkan ketakutan dan kepanikan di masyarakat. Tak hanya itu, ada saja para politikus yang mencari panggung di tengah tengah penderitaan rakyat biasa melawan virus corona.
Pada situasi seperti ini dibutuhkan solidaritas seluruh stake holder bangsa ini, untuk bersama sama memberantas penyebaran virus corona sebagai momen kembalinya integrasi nasional untuk memperbaiki kondisi bangsa.
Pemerintah harus berperan sebagai komando dan gardu Terdepan untuk melawan virus corona. Regulasi maksimal yang tepat dan terukur sangat di nantikan oleh bangsa ini dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia dari serangan virus korona. Memang membutuhkan dana yang sangat besar. Pemerintah dapat memprioritaskan kembali program dan kegiatan mereka. Pemerintah harus dapat membangun tingkat urgensi yang tinggi di masyarakat untuk memerangi penyebaran virus. Dibutuhkan kampanye cerdas dan masif untuk membangunkan kesadaran masyarakat akan bahaya wabah ini. Ketika itu terjadi, masyarakat dan komunitas bisnis akan mendukung sepenuhnya program manajemen bencana yang dijalankan pemerintah.





Referensi :
Febransyah, Ade. 2020. Ketahanan Negara Terhadap Bencana. Diakses dari  https://katadata.co.id/opini/2020/03/26/ketahanan-negara-terhadap-bencana tanggal 27 Mei 2020 tanggal 27 Mei 2020
Bima Guntara. 2020. Geostrategi.  Koran Tangerang Ekspres tanggal 4 April 2020. Diakses dari http://lppm.unpam.ac.id/2020/04/04/geostrategi-menghadapi-covid-19/ tanggal 27 Mei 2020
Dwi Sulisworo, Tri Wahyuningsih, Dikdik Baehaqi Arif. 2012. Bahan Ajar Geostrategi Indonesia. Hibah Materi Pembelajaran Non Konvensional. UAD ; Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar